Rabu, 31 Desember 2008

Jammah Dzikir manakip


Sebuah renungan , sebuah pendekatan , sebuah pemahaman , sebuah keteguhan , sebuah kesempatan sebuah Cinta.
Seperti yang sering kali abah sampaikan , bagaimana kita memupuk cinta dengan sebuah keiklasan dimana kita sebagai umat allah yang di beri akal paling sempurna diantara makluk lainya , dengan tujuan untuk melihat dan berfikir akan KeAgunganNya,
suatu malam saya datang di Ponpes , Barokhatl Qodiri,dimana untuk pertama kali mengikuti Dzikir Manakip yang dipimpin Abah , saya hanya berfikir ada apa dengan jemaah yang kurang lebih 30 ribuan duduk diatas tanah merah saya ingin melihat sosok abah yang sudah banyak saya dengar cerita dari kawan kawanku , dalam benaku
apa yang ditawarkan abah sehingga ribuan orang mau berbondong bondong datang mengikuti Dzikir ini, secara logika saya ingin tahu alasan kuat yang membuatini semua bisa berjalan dan bertahan. Acara dimulai dengan tausyiah beberapa
kyai manakip. saya belum menemukan sesuatu yang luar biasa , materi cerama h cukup variatif dan cara menyampaikan yang cukup enak, membuat mengusir jammah dari rasa kantuk, Dan menjelang jam 11 sosok yang say tunggu menaiki panggung yang diset cukup megah , seketika yang saya lihat adalah Kharisma ABah begitu kuat. matanya dengan sorot tajam Figur kiyai muda yang sangat di hurmati . ini saya simpulkan dari bgmn cara kyai kyai manakip menyambut demikian juga jemaah nya, itu semua belum cukup untuk melihat sesuatu yang luar bisasa bagi saya ...sampai pada saat dzikir yang abah pimpin berjalan.
Disinilah sy merasakan sesuatu yang luar biasa,sy tidak tahu pasti bagaimana prosesi ini berjalan , saya hanya merasakan melayangnya jiwa ini ke langin mengagungkan nama Allah sebuah pencapaian yang selama ini belum pernah saya rasakan.


Terma kasih Abah
Salam Hormat
Abah adalah salah satu mutiara yang bersinar diantara jajaran kemulyaan